Malam sobat blogger...sambil
menikmati angin malam selepas makan daging kurban, iseng-iseng buka laptop dan
kembali wara-wiri di dunia maya. Baca artikel ini dan itu sambil berharap
datang seorang gadis bermata ayu menemani minum teh hangat malam ini. Tapi baiklah,
aku gak bakal bercerita tentang harapan itu hehe. Hanya ingin bercerita tentang
dunia film saja. Sekalian menambah artikel yang terdahulu.
Kali ini kita akan berbicara
tentang teknik penyutradaraan film. Waw! Tentunya sebuah pekerjaan yang asik
membuat sebuah karya kemudian ditonton oleh jutaan pasang mata. Siapapun pasti
ingin berada dalam posisi itu. Lalu hal apa saja yang harus dipersiapkan buat
kita yang ingin menjalani profesi itu? Yuk kita intip langkah-langkahnya.
Sutradara Film
Jadi seorang sutradara baik itu
film atau teater tentunya punya tanggung jawab besar. Seorang sutradara harus
memilki tingkat kreatifitas tinggi dan militan dalam produksi setiap karyanya. Dia
harus mampu meracik berbagai elemen yang ada dalam film hingga jadi karya luar
biasa. Layaknya seorang chief yang sedang membuat sebuah panganan dengan citra
rasa dan muttu tinggi seorang sutradara pun demikian. Ia dituntut bekerja
secara kolaboratif bersama beberapa departemen lainnya. Tentunya hal itu sangat
membutuhkan kemampuan teknis yang sudah dikantonginya terlebih dahulu.
Teknik Penguasaan estetika Pendekatan estetika merupakan hal
yang sangat penting dalam upaya membuat produksi film/teater. Berikut adalah
beberapa hal yang harus diperhatikan :
Interpretasi Naskah Dalam hal ini sutradara harus
benar-benar memahami maksud dan tujuan dari naskah atau skenario yang akan
diproduksi. Naskah digali esensinya secara mandalam jauh sampai ke
akar-akarnya. Tak jarang sebuah skenario sama digarap oleh sutradara berbeda
menghasil taste lain pada hasilnya.
Treatment Adalah bagaimana kita
selaku sutradara mampu memberikan nilai kontribusi lebih pada naskah atau
skenario film. Penguasaan teknik dan proses tinggi pastinya akan menghadirkan
gaya berbeda dalam tema yang ditawarkan.
Tentukan Tujuan ini juga menjadi
penting karena film yang kita buat bukanlah untuk konsumsi sendiri melainkan
akan ditonton oleh orang lain. Maka segera tentukan kenapa film ini dibuat,
siapa yang menonton dan apa yang kita harapkan dari mereka (penonton).
Biarkan Kita Bebas artinya jangan
pernah membatasi imajinasi diri sendiri. Biarkan saja dia terbang
setinggi-tingginya tanpa terhalang oleh beban apapun. Gunakan semua kemapuan
teknis dan estetik kita semaksimal mungkin. Bila perlu gunakan pengalaman
empirik hidup kita sebagai bumbu dalam proses pembuatan karya.
Mood Film sebuah kombinasi dari
teknik dan estetika dengan harapan agar para penonton mampu menyimpan memori
tak terlupakan atas karya kita. Mood Film itu sendiri biasanya dipengaruhi oleh
beberapa hal berikut :
1. Lokasi
dan Seting
2. Warna,
Tekstur dan Desain
3. Teknik
Lighting
4. Teknik
Pengambilan Gambar
5. Teknik
Editing
6. Kemampuan
acting (acting performance) dan Directing
Tugas berat lainnya dari seorang
sutradara adalah bagaimana ia harus mampu menyatukan gambar yang diambil secara
acak sampai jadi kesatuan karya utuh. Nah bagaimana sobat? Tertarik? Sampai ketemu
diartikel berikutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar