Pages

Jumat, 26 Oktober 2012

Pengertian Dasar Sinematografi


Buat para sineas handal kata sinematografi tentu saja bukan hal yang baru. Tapi bagaimana buat kita yang akan dan mau belajar tentang dunia film? Nah dalam nuansa Idul Adha ini –padahal gak ada hubungannya- saya coba sedikit mengupas apa sih sinematografi itu? Penasaran? Yuk kita pelototi layar monitornya dan jangan lupa seduh dulu teh manis atau kopi sebagai teman akrab siang ini.

Sinematografi merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari Bahasa Latin Kinema alias gerakan. Sinematografi adalah ilmu terapan yang mempelajari teknik penggambilan gambar untuk kemudian digabungkan dengan gambar lainnya sehingga menjadi satu rangkaian gambar utuh yang dapat menyampaikan cerita.

Sinematografi erat sekali kaitannya dengan sinema (perfilman). Kalau kita bicara tentang sinematografi pada konteks film, berarti kita akan berkenalan lebih dalam lagi dengan berbagai unsur di dalamnya yaitu estetika, bentuk, fungsi, proses, produksi bahkan sampai pada unsur penonton itu sendiri. Bagi sobat yang ingin serius mendalami bidang seni ini (film) tentu saja dituntut memahami estetik melalui perpaduan antara seni acting, tekhnologi optic, fotografi, komunikasi visual, gagasan, industri perfilman bahkan cita-cita dimana semuanya menyatu menjadi satu hal yang sangat kompleks.

Sinematografer atau Director Of Photgraphy (DoP)
Lalu siapa orang yang paling bertanggungjawab dalam urusan sinematografi sebuah produksi film? Nah untuk yang satu ini istilahnya adalah Sinematografer dialah yang bertanggung jawab tentang semua aspek visual dalam produksi film. Tugas seorang sinematografer mencakup interpretasi visual terhadap skenario, pemilihan kamera yang akan digunakan termasuk jenis dan ukuran lensanya, pemilihan lampu dan filter dan semuanya harus sesuai dengan konsep sang sutradara dalam skenario yang akan digarap. Selain itu tugas lain dari seorang sinematografer yakni pengambilan keputusan tentang pergerakan kamera, membuat konsep visual serta merancang floorplan yang berguna dalam efesiensi pengambilan gambar. Dalam sebuah produksi film tak jarang seorang sinematografer menjadi kepala bagian dari Departemen kamera, pencahayaan dan grip departemen maka seorang sinematografer mempunyai sebutan lain yaitu Director of Photography (DoP). Singkatnya seorang DoP mempunyai tanggung jawab besar baik secara teknis dan non teknis dalam aspek visual sebuah film.

Tim Kerja Director Of Photography
Seperti yang kita ketahui jika kerja produksi film merupakan hasil kerja sebuah tim. Dalam artian tidak dikerjakan oleh satu orang saja. Di sebuah industri film seorang DoP akan memiliki tim khusus untuk meringankan tugasnya dalam bekerja. Orang-orang bentukannya itu akan ditugaskan dalam berbagai posisi seperti :

1st Camera Assistant bertugas mendampingi dan membantu menyiapkan segala kebutuhan shooting. Hal ini termasuk pengecekan alat-alat sampai persiapan pengambilan gambar.

Focus Puller orang yang bertugas memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti oleh kamera tetap berada dalam area fokus.

Camera Boy istilah ini lahir dari industri perfilman Hollywood yakni orang yang membantu mempersiapkan kamera dari mulai tripods sampai pemasangan kamera diatasnya.

Grip bertugas untuk memastikan letak kamera sesuai yang diinginkan DoP. Grip juga berpungsi sebagai tim yang mengatur perpindahan kamera termasuk pemasangan Dolly Track dsb.

Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP , Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.

Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP

Seorang sinematografer yang baik harus juga mengenal dengan baik atau memahami alat yang akan dipakai dalam pembuatan sebuah film. Karena Kamera hanyalah “alat Bantu” atau Tools saja maka seperti alat Bantu yang lainnya juga kita sebagai Sinematografer yang memindahkan semua ilmu dan pengetahuan kita lewat kamera tersebut. Artinya kamera harus menuruti kemauan kita yang sudah menjadi visi sutradara dan visi cerita atau scenario.

Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar