Buat para sineas handal kata
sinematografi tentu saja bukan hal yang baru. Tapi bagaimana buat kita yang
akan dan mau belajar tentang dunia film? Nah dalam nuansa Idul Adha ini –padahal
gak ada hubungannya- saya coba sedikit mengupas apa sih sinematografi itu? Penasaran?
Yuk kita pelototi layar monitornya dan jangan lupa seduh dulu teh manis atau
kopi sebagai teman akrab siang ini.
Sinematografi merupakan kata
serapan dari Bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari Bahasa Latin
Kinema alias gerakan. Sinematografi adalah ilmu terapan yang mempelajari teknik
penggambilan gambar untuk kemudian digabungkan dengan gambar lainnya sehingga
menjadi satu rangkaian gambar utuh yang dapat menyampaikan cerita.
Sinematografi erat sekali
kaitannya dengan sinema (perfilman). Kalau kita bicara tentang sinematografi
pada konteks film, berarti kita akan berkenalan lebih dalam lagi dengan
berbagai unsur di dalamnya yaitu estetika, bentuk, fungsi, proses, produksi
bahkan sampai pada unsur penonton itu sendiri. Bagi sobat yang ingin serius
mendalami bidang seni ini (film) tentu saja dituntut memahami estetik melalui
perpaduan antara seni acting, tekhnologi optic, fotografi, komunikasi visual,
gagasan, industri perfilman bahkan cita-cita dimana semuanya menyatu menjadi
satu hal yang sangat kompleks.
Sinematografer atau Director Of
Photgraphy (DoP)
Lalu siapa orang yang paling
bertanggungjawab dalam urusan sinematografi sebuah produksi film? Nah untuk
yang satu ini istilahnya adalah Sinematografer dialah yang bertanggung jawab tentang
semua aspek visual dalam produksi film. Tugas seorang sinematografer mencakup
interpretasi visual terhadap skenario, pemilihan kamera yang akan digunakan
termasuk jenis dan ukuran lensanya, pemilihan lampu dan filter dan semuanya
harus sesuai dengan konsep sang sutradara dalam skenario yang akan digarap. Selain
itu tugas lain dari seorang sinematografer yakni pengambilan keputusan tentang
pergerakan kamera, membuat konsep visual serta merancang floorplan yang berguna
dalam efesiensi pengambilan gambar. Dalam sebuah produksi film tak jarang
seorang sinematografer menjadi kepala bagian dari Departemen kamera,
pencahayaan dan grip departemen maka seorang sinematografer mempunyai sebutan
lain yaitu Director of Photography (DoP). Singkatnya seorang DoP mempunyai
tanggung jawab besar baik secara teknis dan non teknis dalam aspek visual
sebuah film.
Tim Kerja Director Of Photography
Seperti yang kita ketahui jika
kerja produksi film merupakan hasil kerja sebuah tim. Dalam artian tidak
dikerjakan oleh satu orang saja. Di sebuah industri film seorang DoP akan
memiliki tim khusus untuk meringankan tugasnya dalam bekerja. Orang-orang
bentukannya itu akan ditugaskan dalam berbagai posisi seperti :
1st Camera Assistant bertugas
mendampingi dan membantu menyiapkan segala kebutuhan shooting. Hal ini termasuk
pengecekan alat-alat sampai persiapan pengambilan gambar.
Focus Puller orang yang bertugas
memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti oleh kamera tetap
berada dalam area fokus.
Camera Boy istilah ini lahir dari
industri perfilman Hollywood yakni orang yang membantu mempersiapkan kamera
dari mulai tripods sampai pemasangan kamera diatasnya.
Grip bertugas untuk memastikan
letak kamera sesuai yang diinginkan DoP. Grip juga berpungsi sebagai tim yang
mengatur perpindahan kamera termasuk pemasangan Dolly Track dsb.
Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP
Seorang sinematografer yang baik harus juga mengenal dengan baik atau memahami alat yang akan dipakai dalam pembuatan sebuah film. Karena Kamera hanyalah “alat Bantu” atau Tools saja maka seperti alat Bantu yang lainnya juga kita sebagai Sinematografer yang memindahkan semua ilmu dan pengetahuan kita lewat kamera tersebut. Artinya kamera harus menuruti kemauan kita yang sudah menjadi visi sutradara dan visi cerita atau scenario.
Semoga bermanfaat :)

0 komentar :
Posting Komentar