![]() |
| Bionarasi Tubuh Terbelah |
Saya dan beberapa kawan aktor
sudah bersiap dipojok arena (lapang bertabur daun bambu). Menatap satu persatu
gerombolan calon penonton yang kebanyakan mahasiswa UNTIRTA itu. Ada perasaan
haru dan rindu tiba-tiba menyelinap dari balik hati saya, mungkin juga dengan
kawan yang lain. Betapa tidak, setelah hampir Dua Minggu kami terus berada jauh
dari keramaian kini seolah kembali disambangi rutinitas normal. Kami melihat
kehidupan yang benar-benar hidup. Kehidupan lain dari sisi kehidupan kami
sendiri. Rindu itu terasa sedikit menemukan penawarnya.
Perlehatan pun dimulai setelah
dibuka oleh prolog setengah tak resmi dari Wakil Gubernur Banten. Pembongkaran tubuh
kami mulai dengan satuan tubuh komunal. Berjalan memasuki ruang imaji yang
penuh dengan emergency. Awal yang indah ketika kami mencoba menawarkan sebuah
perlawanan terhadap waktu. Tubuh kami tubuh durasi. Membiarkan semua gerak, indera, hati, jiwa
kami bertolak dengan jalanannya waktu. Hingga sampai pada terbelahnya tubuh
komunal kami menjadi bagian yang terpisah mungkin terburai. Membangun konflik
dengan tajam. Memproyeksikan kecurigaan dengan penyempitan ruang dan waktu. Konflik
itu semakin diperbesar dengan hadirnya kontruksi-kontruksi bambu. Seolah sebuah
sistim kaku yang lahir dari rahim manusia. Membentuk sebuah ruang yang asing
namun sarat dengan tebaran moment yang kadang membangun sebuah situasi
emergency. Dari sinilah cermin tindakan manusia, akan kah kita bisa terlepas
dari sistem emergency atau sebaliknya tergilas oleh emergency yang diciptakan
sendiri. Tentu saja bagiku tidak pernah menemukan jawaban yang pasti. Karena situasi
itu hanyalah ujung dari gunung es dalam samudera.
Malam semakin larut. Semua berangsur
menemui rutinitasnya masing-masing. Begitupun dengan kami. Malam ini banyak
sekali hal yang harus dikerjakan. Diskusi dan evaluasi adalah santapan kami
malam ini. Namun jauh dari itu ada harapan besar atas peristiwa malam ini. Semoga
apa yang kami lakukan mendapat tempat dalam ruang perenungan para penonton. Terimakasih
banyak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar